Mencari pengalaman liburan yang berbeda di Lombok Tengah kini semakin mudah berkat hadirnya Pasar Bambu Bon Jeruk, sebuah destinasi kreatif yang memadukan pesona kuliner kuno dengan kearifan lokal suku Sasak. Berada di kawasan Desa Wisata Bon Jeruk, Jonggat, pasar akhir pekan ini mengusung konsep ramah lingkungan dengan memanfaatkan rimbunnya kebun bambu sebagai peneduh alami bagi para pengunjung yang ingin bersantai.

Daya tarik utama pasar ini terletak pada sistem transaksinya yang autentik dan bebas dari uang tunai konvensional. Sebelum berbelanja, pengunjung menukarkan uang rupiah dengan kepingan koin bambu khusus di gerbang masuk. Koin bambu bernilai pecahan tertentu tersebut nantinya menjadi alat bayar sah untuk membeli deretan panganan lokal, seperti lupis, serabi santan, jaje reket, nasi balap puyung bungkus daun pisang, hingga seruputan hangat kopi sangrai tradisional khas pedesaan.

Komitmen lingkungan juga terasa kental di seluruh sudut area. Setiap pedagang mengenakan pakaian adat Sasak dan dilarang keras menyajikan makanan menggunakan plastik sekali pakai. Wadah saji memanfaatkan anyaman bambu, daun pisang, batok kelapa, hingga sedotan berbahan bambu alami. Praktik ini menjaga kawasan tetap bersih sekaligus menghidupkan kembali tradisi makan leluhur yang selaras dengan kelestarian alam.

Pasar Bambu Bonjeruk

Selain berburu jajanan lawas, wisatawan dimanjakan oleh alunan musik tradisional Sasak seperti tetabuhan gendang beleq atau gamelan gong geni yang dimainkan langsung oleh pemuda desa. Udara pedesaan yang sejuk, gemerisik dedaunan bambu, serta kehangatan keramahan warganya menjadikan kunjungan ke Bon Jeruk sebuah agenda relaksasi akhir pekan yang berkesan bagi seluruh anggota keluarga.